Pembangunan jalur busway
| pro | kontra | |
| karena pemerintah sudah menyediakan sarana transportasi yang layak, aman dan murah. Untuk jakarta yang lebih baik lagi akan transportasi Umum. Mengurangi kemacetan jakarta, karena diharapkan Para mengguna mobil dan motor beralih ke transjakarta. Seharusnya masyarakat secara umum menyikapi dengan lapang dada atas proyek yang saat ini sedang berjalan. Busway adalah langkah alternatif yang cukup efektif karena dapat menampung banyak penumpang dari kelas mana pun. ”Proyek itu akan selesai sesuai jadwal dan tidak akan terganggu oleh gugatan-gugatan yang diajukan oleh warga,” "Saya telah ajukan usulan ini, sehingga nantinya masyarakat Bekasi bisa manfaatkan busway dan tidak lagi menggunakan mobil pribadi." Pristono menilai, melalui jalan layang, operasional busway akan lebih optimal. Koridor XV direncanakan akan menggunakan armada bus gandeng yang berkapasitas 180 orang. "Jika kami mampu merealisasikan waktu kedatangan setiap bus lima menit, setiap jam akan mampu mengangkut 2.240 penumpang," paparnya. | karena bakal mematikan atau minimal mengurangi pendapatan angkutan yang melintas di jalur busway tersebut. yang ujung-ujungnya pedagang asongan juga turut merugi dan pengamen juga turut menderita. Tapi begitu pembangunan jalur busway dilaksanakan wuih rasa tidak ikhlas akan pembangunan jalur busway ini semakin bertambah. lah itu pohon-pohon rindang di bagian tengah sepanjang jalur antara buaran sampai mal citra klender dibabat habis!!! itu semua dilakukan demi penambahan jalur busway. kok yo mekso sih sudah tahu jumlah lajur jalan cuma ada dua lajur eh ini dipaksa ada lajurnya busway. padahal butuh berapa lama pohon-pohon itu untuk tumbuh dan rindang seperti sebelumnya? apalagi kalau kondisi siang hari panas terik tanpa adanya pohon, sangatlah berasa tidak ada lagi tempat untuk meneduh, ketika berhenti sejenak untuk menyeberang. dan yang belum terbayangkan adalah kondisi ketika musim penghujan sudah tiba. semoga saja tidak terjadi banjir atau air tergenang di jalan raya ini. padahal, untuk sekarang saja kalau musim hujan, cukup banyak ruas jalan yang terendam air.
tidak setuju, bagaimana pun akan berakibat Jakarta makin panas dan bertambah polusi. Ada info juga untuk banyaknya pohon yang ditebang sebanyak 1500 lebih, apa jadi nya ibukota ini jika tidak ada pohon2. Kalau mau di beberapa tempat di Jakarta ditanami pohon sebagai penggantinya, tapi itu sepertinya tidak mungkin.... | |
| Menurut prediksi kami dalam dua sampai tiga tahun ke depan kondisi jalan akan tetap seperti ini. Artinya, tetap pada kondisi macet. Tapi, pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 masyarakat akan merasakan penuh manfaat dari adanya busway," katanya, saat berbicara dalam Diskusi Publik bertajuk Macet Sekarang atau Nanti, Polemik Pembangunan Busway, di Jakarta Media Center, Selasa (30/10). | Sesungguhnya, para penggugat tak menolak busway. Menurut mereka, pembangunan jalur bus Transjakarta di daerah yang jalannya tak bisa lagi diperluas saja yang menjadi biang persoalan. Maklum, gara-gara adanya proyek itu, kemacetan menjadi semakin parah. | |
| Sistem transportasi bus rapid transportation (BRT) atau biasa lebih dikenal dengan busway dinilai cukup sukses menjadi salah satu jawaban untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dianggap sukses di DKI Jakarta dan beberapa kota lain di pulau Jawa, Kemenhub mulai melirik kota-kota di daerah di luar Jawa. Sebagaimana diungkap oleh Bambang Supriyadi Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, tahun 2011 ini busway akan diterapkan di 3 kota. Kota-kota tsb adalah Surabaya, Makasar dan Padang, seperti dilansir oleh Kompas.Com. “BRT ini diharapkan bisa mengantisipasi kemacetan kota-kota di Indonesia pada masa mendatang. Setelah ada di sebuah kota, sistem ini akan terus dikembangkan,” kata Bambang di Jakarta (Kompas.Com) Dari satu sisi, pengoperasian busway di Jakarta agaknya sudah mulai dirasakan manfaatnya sebagai transportasi massal, paling tidak oleh masyarakat penggunanya. Terutama dari sisi tarif yang relative terjangkau dibanding jarak tempuh, yang bisa transit dari satu koridor ke koridor lain dengan satu tiket. Juga dari sisi waktu yang secara umum lebih cepat ketimbang naik bus regular, meski sekali-sekali masih suka terjadi ‘gangguan’ yang bisa-bisa menyebabkan busway lebih lama dari bus biasa. Namun keberadaan busway ini bukan tidak meninggalkan masaalah lain. “Pencaplokan” jalur jalan raya yang sudah ada sebagai jalur khusus yang hanya boleh dilewati oleh busway, paling tidak telah mengurangi kapasitas jalan tersebut. Hal ini tentu justru dapat menyebabkan macet yang makin parah diluar jalur busway. Bayangkan jalan yang tadinya 3 jalur saja sudah sering macet, sekarang tinggal 2 jalur sementara jumlah kendaraan cenderung bertambah. | "Jadi sangat tidak logis kalau kita berharap busway dapat mengurangi kemacetan di Jakarta. Soalnya kalau sampai terbangun 15 koridor, perjalanan yang terlayani hanya sekitar 400.000 sampai 500.000 penumpang per hari. Sementara jutaan orang lainnya menggunakan kendaraan pribadi," kata Darmaningtyas, di sela-sela acara Diskusi Publik bertema "Macet Sekarang atau Nanti, Polemik Pembangunan Busway", di Jakarta Media Center, Selasa (30/10). Sementara Andi Rahma dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan kemacetan yang terjadi di Jakarta saat ini, tidak terlepas dari kontribusi pembangunan dan pengelolaan busway yang tidak efektif. Pelayanan busway yang cenderung menurun, membuat banyak pengguna kendaraan pribadi mengurungkan niat beralih kepada busway. Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua, dia setuju dengan penilainan seperti itu. Inggard lalu menyebutkan, sumber utama kemacetan lalu lintas di Ibu Kota ini adalah pembangunan jalur busway koridor VIII, IX, dan X. Pasalnya, di banyak lokasi terjadi penyempitan jalur sehingga penumpukan kendaraan tak terelakkan lagi. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar