Minggu, 08 Januari 2012

Tips menghindari penipuan berkedok investasi


Tips Menghindari Penipuan Berkedok Investasi
Investasi dalam bentuk emas batangan risikonya akan berbeda dengan emas derivatif. (REUTERS/Toru Hanai)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Kasus penipuan berkedok investasi menimpa pedangdut Annisa Bahar. Ia mengalami kerugiaan hampir Rp1,5 miliar. Sejumlah orang juga ditimpa kasus penipuan yang sama. Dan kasus seperti ini bukan kali ini saja terjadi tapi sering terjadi bahkan banyak yang menimpa para pejabat tinggi.

Bagaimana supaya kasus ini tidak terulang? Trader dari Harvest International Futures Tony Mariano mengimbau agar masyarakat pintar memilih produk investasi, salah satunya dengan mengenali risiko. "Jika sudah tahu risikonya, orang akan cenderung hati-hati," kata dia saat berincang dengan VIVAnews.com, Selasa 20 Desember 2011.

Khusus untuk emas, dia mencontohkan, ada beberapa jenis bisnis dengan berbagai risiko. Investasi dalam bentuk emas batangan risikonya akan berbeda dengan emas derivatif alias emas berjangka. Memang, keuntungan emas berjangka relatif lebih besar dibandingkan emas batangan, sehingga risikonya pun semakin besar.

Selain itu, menurut Tony, masyarakat juga harus pandai membaca situasi global. Jangan terburu-buru sebelum mengenal kondisi pasar global. Jadi masyarakat bisa mengecilkan risikonya.

Calon investor juga harus paham di mana uang itu akan ditanamkan, sehingga bisa terhindar dari penipuan. Dia mengatakan, banyak korban penipuan yang tak tahu uangnya ditaruh di mana.

Yang cenderung lebih aman, Tony mengatakan, adalah investasi di emas batangan atau surat utang alias obligasi. "Itu saja lebih aman di obligasi pemerintah," katanya. "Kalau saham atau valuta asing (forex) cenderung berisiko tinggi.
VIVAnews - Banyak produk asuransi ditawarkan. Tapi hati-hati, tidak setiap produk sesuai dengan kebutuhan Anda. "Harus dilihat produknya," kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia, Cornelius Simanjuntak kepada VIVAnews.com, Kamis, 14 Juli 2011.

Menurut dia, konsumen harus jeli melihat produk, jangan asal beli. Sebab, asuransi jiwa terdiri atas beberapa produk. Masing-masing jenis memiliki manfaat yang berbeda-beda, guna melayani berbagai macam kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Tak hanya itu, Corlelius menyarankan agar calon klien melihat rekam jejak perusahaan asuransinya. "Apakah perusahaan asuransi itu terdaftar di Kementerian Keuangan atau tidak," ujar Cornelius.

Bila setiap produk asuransi berbeda, lalu apa jenis-jenis produk asuransi? Berikut jenis-jenis asuransi menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam laman resminya:

1. Asuransi jiwa berjangka (Term)

Ciri khas ini terletak pada proteksi maksimum dengan preminya yang relatif rendah. Sebab itu, jenis produk ini menarik bagi calon tertanggung yang mempunyai kebutuhan asuransi besar, namun daya belinya terbatas.

Siapa yang cocok dengan polis ini?
- Calon pemegang polis yang ingin memproteksi masa depan anaknya.
- Calon pemegang polis yang baru meniti karier.

2. Asuransi jiwa seumur hidup (Whole life)

Ciri khas asuransi ini adalah jenis dasar asuransi jiwa permanen yang memberi proteksi asuransi seumur hidup.

Siapa yang cocok dengan produk ini?
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki proteksi jiwa sekaligus menghasilkan dana tabungan yang dapat dipakai untuk kebutuhan darurat.
- Calon pemegang polis yang membutuhkan proteksi penghasilan permanen (biaya tagihan rumah sakit).
- Calon pemegang polis yang ingin mendapat sejumlah pertumbuhan modal investasi.

3. Asuransi jiwa dwiguna (Endowment)

Ciri khas asuransi ini adalah proteksi yang memberikan jumlah uang pertanggungan saat tertanggung meninggal dalam periode tertentu, dan sekaligus memberikan seluruh uang pertanggungan jika ia masih hidup pada masa akhir pertanggungan.

Karena memberikan dua manfaat, asuransi ini disebut dwiguna atau unit link. Produk ini berguna bagi calon pemegang polis yang ingin terlindung dari dampak keuangan karena kematian dini.

Siapa yang cocok dengan produk ini?
- Calon pemegang polis yang memerlukan dana bagi pendidikan anak.
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki sejumlah dana untuk kebutuhan di masa depan.
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki dana pensiun.
   
Asuransi ini terbagi dalam dua jenis, asuransi jiwa unit link single (premi tunggal) dan asuransi jiwa unit link reguler (premi berkala). Ciri khas asuransi premi tunggal adalah premi dibayarkan secara sekaligus. Biasanya asuransi ini premi untuk pemegang polis yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Sementara itu, ciri khas asuransi premi berkala merupakan investasi jangka panjang yang polisnya diatur secara berkala. Pemegang polis ini biasanya orang yang memilih investasi namun tetap terproteksi. (art)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar